Museum

Pada masa pandemi ini yang perlu dipertimbangkan adalah kualitas aliran udara, tentunya tertuju pada jenis aktivitas yang dilakukan di dalam ruangan atau secara tidak langsung terhirup oleh kita.

Nah, buat Kamu yang lelah dengan karantina di tengah pandemi COVID-19, sebuah studi baru dari Jerman merekomendasikan apa yang harus dilakukan setelah keluar rumah.

Dikutip dari laman, Foxnews, bahwa menurut Institut Teknologi Berlin (TU Berlin) di Jerman, risiko infeksi COVID-19 melalui partikel (Udara) aerosol jauh lebih rendah di Museum daripada di supermarket, restoran, kantor, dan transportasi umum, lho!

Coronavirus pandemic could lead 13 percent of world's museums to close for good, UN agency study finds | Fox News
By FOXNEWS

“Yang jelas dari penelitian ini adalah bahwa di atas semua situasi di mana banyak orang berkumpul dalam ruang terbatas, dalam arti di sana Anda tidak dapat ventilasi yang memadai, itu akan selalu menjadi situasi yang tidak menguntungkan,” kata Martin Kriegel yang membantu memimpin penelitian.

Menurut Martin aktivitas diluar ruangan pada tahun lalu meningkat. Beda halnya dengan aktivitas atau acara yang digelas di dalam ruangan dibatalkan karena masyarakat dihimbau terkait bahaya penularan virus Covid-19.

Studi tersebut mengatakan berbelanja makanan, makan di dalam ruangan atau berolahraga di gym setidaknya dua kali lebih berisiko daripada mengunjungi museum untuk melihat seni.

Celeste DeWald, direktur eksekutif Asosiasi Museum California, mengatakan kepada New York Times awal bulan ini, “Sungguh frustasi melihat pusat perbelanjaan yang ramai dan ruang ritel serta bandara, namun museum ditutup sepenuhnya dan banyak yang belum dapat dibuka kembali di semuanya selama 10 bulan terakhir. Ada dampak unik pada museum.”

Kritikus menganggap penutupan museum adalah masalah politik. Dalam sebuah kolom untuk Los Angeles Times, kritikus seni Carolina A. Miranda menyebut kebijakan Gubernur California Gavin Newsom “tidak masuk akal”. Museum di Golden State tetap tertutup untuk pengunjung.

“Kriteria yang sangat tidak merata lebih menunjukkan kepada lobi yang kuat dan di danai dengan baik yang membantu membentuk kebijakan kesehatan masyarakat daripada apa pun yang menyerupai sains atau bahkan akal sehat,” tulis Miranda.

Well, dari hasil studi diatas menunjukkan bahwa Museum merupakan salah satu tempat wisata yang aman untuk dikunjungi, lho dan tentunya kamu tetap harus patuhi protokol kesehatan, ya!

Baca juga, Napak Tilas Laskar Pelangi di Sekolah dan Museum Andrea Hirata

[adrotate banner="3"]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here