Stasiun Gondangdia (Foto: Pingpoint.co.id)

JAKARTA bukan hanya Monas, Taman Mini dan Ancol lho. Banyak alternatif destinasi menarik di ibu kotanya Indonesia ini. Salah satunya adalah Kawasan Gondangdia di Jakarta Pusat.

Travel Diva telah mencobanya akhir pekan lalu sambil menikmati senja yang menawan. Bersama komunitas Jakarta Hidden Heritage, Travel Diva berjalan kaki menyusuri bangunan-bangunan bersejarah peninggalan Kolonial.

Perjalanan dimulai pukul 15.00 WIB dengan meeting point Gedung Joang 45. Kemudian dilanjutkan ke Masjid Cut Meutia, Pasar Gondangdia, dan Tugu Kunstkring Paleis. Terakhir, kami berbuka puasa di Nasi Uduk Gondangdia.

Bagi para pencinta jalan-jalan, Travel Diva merekomendasikan Gondangdia sebagai destinasi seru. Setidaknya ada lima alasan kenapa kawasan tersebut wajib masuk list destinasi wisata singkat. Penasaran? Check these out!

1. Sekali dayung, 2-3 pulau terlampaui

Peribahasa ini berlaku saat Travel Diva ngabuburit di Gondangdia. 4 bangunan bersejarah dan 1 kuliner legendaris dapat dikunjungi dalam waktu 2-3 jam. Travel Diva menyarankan perjalanan dimulai pukul 3 apabila ingin mengenal lebih dalam mengenai sejarah bangunan-bangunan bersejarah di sana.

2. Trotoarnya mulus dan bersih

Jalan kaki paling nyaman itu di trotoar bersih dan mulus. Trotoar di kawasan Gondangdia memenuhi kriteria tersebut. Selama ngabuburit di sana, Travel Diva nyaris tidak menjumpai pedagang, pengamen dan pengemis. Satu-satunya trotoar yang dipenuhi pedagang makanan ada di seberang Stasiun Gondangdia.

3. Budget minim

Ngabuburit di Gondangdia bisa masuk wishlist jalan-jalan murah di Jakarta. Untuk masuk Museum Joang 45, Travel Diva hanya perlu membayar Rp5 ribu! Masuk Masjid Cut Meutia sudah pasti gratis. Jika mau, boleh juga menyiapkan uang semampu kita untuk mengisi kotak amal di saba. Lumayan kan, jalan-jalan sambil beramal.

4. Mudah dijangkau

Gondangdia mudah dijangkau dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Apalagi kalau tinggal dekat stasiun KRL. Pengalaman Travel Diva naik KRL dari Stasiun Pondok Cina, Depok, ke Stasiun Gondangdia menghabiskan waktu sekitar 30 menit. Dari Stasiun Gondangdia ke Gedung Joang 45 bisa jalan kaki, naik ojek atau taksi dengan waktu tempuh 10-15 menit.

Museum Joang 45 di Mentang (Foto: myeatandtravelstory.wordpress.com)

5. Jasmerah

Ingat istilah jasmerah ala Bung Karno? Jangan melupakan sejarah. Dengan menyusuri kawasan Gondangdia, Travel Diva seolah diingatkan kembali pada sejarah Indonesia. Jejak Kolonial banyak terukir di bangunan yang Travel Diva lalui.

Rute tersebut adalah Stasiun Gondangdia – Gedung Joang 45 – Masjid Cut Meutia – Pasar Gondangdia – Tugu Kunstkring Paleis. Untuk menambah wawasan, Travel Diva terlebih dahulu membaca sejarah bangunan-bangunan tua di Gondangdia melalui Google dan buku.

Untuk semua keseruan ini, budget yang mesti disiapkan Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per orang termasuk menikmati makan sederhana di sekitar kawasan ini.

Tapi, kalau ingin sekaligus kuliner di resto berkelas dengan menu lebih mewah, siapkan budget tambahan sekitar Rp250 ribu – Rp500 ribu. Selamat menjelajahi Gondangdia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here