ujung genteng
Pemandangan Ujung Genteng di Sukabumi (Foto: 123rf/ximagination)

SEPERTI biasa, solo traveling menjadi pilihan Windy D Indriantari. Ujung Genteng di Sukabumi, Jawa Barat, menjadi salah satu destinasi wisata perempuan berprofesi jurnalis itu. Cukup banyak spot wisata di Ujung Genteng.

Setidaknya ada empat pantai yang dapat dikunjungi di Ujung Genteng. Pantai Ujung Genteng, Pangumbahan, Cibuaya, dan Ombak Tujuh. Tentunya pantai-pantai tersebut menawarkan pemandangan memukau dan cocok sebagai tempat liburan singkat.

Seperti dituturkan Windy kepada Travel Diva, Pantai Ujung Genteng tidak memiliki spot-spot untuk snorkeling. Akan tetapi, cukup aman untuk berenang. “Airnya tenang,” ujarnya.
Ia menyarankan pula Diva Travelers yang berkunjung ke Pantai Ujung Genteng agar mampir ke tempat konservasi penyu di Pantai Pangumbahan. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari Pantai Ujung Genteng atau Kelapa Condong.

“Kalau jalan kaki ya gempor. Sebaiknya menggunakan jasa ojek,” terangnya. Tarif ojek pergi pulang mulai dari Rp70 ribu.
Daya tarik Pangumbahan terletak pada konservasi dan penangkaran penyu.

Di Pantai Pangumbahan, Diva Travelers bisa melihat petugas konservasi melepas tukik alias anak penyu yang baru saja menetas. Pelepasannya dalam rentang pukul 17.00 – 18.00 WIB. Tiket masuknya Rp10 ribu. Jika ingin melihat penyu bertelur yang hanya terjadi pada malam hari, harga tiketnya lebih mahal, yakni Rp150 ribu.

Namun, penyu-penyu bertelur itu hanya dapat dijumpai saat ombak sedang tidak tinggi. Bicara tentang ombak, Pantai Pangumbahan berombak besar sehingga turis tidak dapat berenang di sana. Turis asing biasanya berenang di Pantai Cibuaya yang terletak di antara Pantai Ujung Genteng dan Pantai Pangumbahan. Ombak Pantai Cibuaya juga cocok untuk berselancar.

Menurut Windy, ada satu lagi pantai pasir putih yang menurut tukang ojek bagus. “Namanya Pantai Cipanarikan. Jaraknya sekitar 1 kilometer dari Pantai Pangumbahan,” terangnya.

Curug Cikaso

Curug Cikaso (Foto: camerawisata.com)

Windy menyarankan Diva Travelers agar mampir ke Curug Cikaso. “Mengunjungi Ujung Genteng kurang lengkap bila tidak sekalian ke Curug Cikaso,” ujarnya.

Curug Cikaso terletak di Surade, sekitar 15-20 menit berkendara dari pertigaan Surade. Di Curug Cikaso tidak ada penginapan sehingga turis dari Jakarta, Bandung atau lebih jauh lagi biasanya menginap di Ujung Genteng.

Diva Travelers yang ingin ke Curug Cikaso disarankan berangkat sepagi mungkin. “Angkot sudah ada sejak pukul 5 pagi,” kata Windy.

Sampai di pertigaan Surade, pilihan transportasinya adalah carter angkot atau naik ojek. Carter angkot, Rp100 ribu, sudah termasuk bayar parkir. Tarif ojek lebih murah. Diva Travelers juga bisa carter angkot untuk satu hari penuh ke Curug Cikaso, Curug Cingangsa, Pantai Ujung Genteng, Pantai Cipanarikan, dan Pantai Pangumbahan. Tarifnya, Rp350 ribu.

Dari tempat parkir, Diva Travelers dapat mencapai curug menggunakan perahu atau berjalan kaki melintasi persawahan selama 10 menit. Tarif perahu sekitar Rp60 ribu per perahu. Jika solo traveler dan ingin berhemat, Diva Traveler lebih baik berjalan kaki.

Ada dua air terjun di Curug Cikaso, yaitu Curug Luhur dan Kahuripan. “Saat air tidak pada puncak kederasan, Curug Luhur terlihat seperti dua air terjun,” papar Windy.

Waktu paling tepat berkunjung ke Curug Cikaso adalah pada penghujung musim hujan, memasuki musim kemarau. Pada saat itu air tidak terlalu deras sehingga lebih aman mendekat dengan kamera yang tidak tahan air.

Kawasan Ujung Genteng terus dibenahi. Tidak heran jika destinasi ini semakin memukau. Diva Travelers apakah penasaran melihat seperti apa Ujung Genteng saat ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here