Rumah R.A Kartini

Memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April identik dengan kenangan Raden Adjeng Kartini (R.A Kartini). Nah, kali ini Travel Diva bakal membahas tentang Ibu Kartini serta tempat tinggalnya hingga akhir hayat dari berbagai sumber.

Raden Adjeng Kartini yang lahir di Jepara pada 21 April 1879 dan kemudian menetap di Rembang hingga tutup usia memiliki keberanian dalam perjuangan pendidikan bagi kaum wanita membuat sejarah hidupnya menarik dan patut untuk hormati.

Awal mulanya, Raden Kartini di Rembang bersama suaminya setelah menikah dengan Bupati Rembang K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat.

Sumber Foto: Lamudi.co

Setelah itu, bangunan tempat tinggalnya hingga saat ini berfungsi sebagai sebuah museum yang diberi nama Museum R.A Kartini Rembang. Museum R.A Kartini sendiri berada di Jalan Gatot Subroto Nomor 8, Kecamatan Kota Rembang, tepatnya berada 100 meter sebelah timur dari alun-alun Kota Rembang.

Sama hal dengan bangunan khas Jawa tempo dulu, bangunan Museum pun dibuat dengan beratapkan limas. Museum ini masih mempertahankan bentuk aslinya, lihat saja penggunaan pintu kusen yang masih terlihat sangat klasik.

Di Ruang Sempit dan Sepi Ini Jiwa Juang RA Kartini Tumbuh
Sumber Foto: Detik.com

Ada berbagai macam koleksi peninggalan R.A Kartini yang dapat dinikmati para pengunjung di Museum ini. Seperti keramik peralatan rumah tangga, ukiran kayu jati, tempat tidur, mesin jahit, meja makan beserta piring, hingga tempat perawatan bayi.

Di Museum R.A Kartini ini dulunya dimendirikan sekolah keputrian oleh Raden Kartini untuk mengajari anak-anak perempuan mengenali huruf dan angka sebagai pembuka cakrawala pengetahuan.

Tampak Depan Bangunan Rumah RA Kartini

rumah kartini

Gimana? Bangunannya terlihat bekas arsitektur zaman Belanda, ya?

Dikutip dari laman, 99.co, Museum yang dulunya sebagai rumah Raden Kartini inilah yang menjadi saksi bisu perjuangannya hingga menjadi sang pahlawan nasional emansipasi wanita.

Jika dilihat dari bangunannya masih kokoh dengan kayu-kayu yang khas menjadi rangka bangunan.

Selain itu, masih banyak pula barang-barang pribadi milik RA kartini yang tersimpan. Seperti, foto-foto RA Kartini, surat-surat yang dikirim Kartini untuk sahabat penanya, Abendanon di Belanda, dan masih banyak lagi.

Rumah Kartini yang Identik dengan Warna Hijau dan Putih

Bangunan rumah yang akhirnya menjadi Museum R.A Kartini ini identik dengan warna putih dan hijau. Terlihat pula langit-langit bangunan rumahnya masih dilapisi kayu dan aksesori lampu tempo dulu.

Karena rumah ini dijadikan Museum, tentunya kesan bangunan zaman dahulu masih sangat kental dan tidak dihilangkan. Model pintu dan jendelanya juga masih sangat terlihat jadul, lho!

Setelah menikah, Raden Kartini mulai tinggal di rumah yang menjadi Museum ini pada tahun 1903. Namun, jangka waktunya hanya 11 bulan. Pasalnya Raden Kartini wafat pada tahun 1904, empat hari setelah melahirkan putranya, Raden Mas Singgih Soesalit.

Baca juga,

[adrotate banner="3"]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here