DANA

Melonjaknya jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam beberapa tahun terakhir juga dirasakan oleh pelaku UMKM di kalangan perempuan.

Saat ini, partisipasi perempuan terhadap UMKM mencapai lebih dari 50%, bahkan menduduki angka partisipasi tertinggi di Asia Tenggara.

Jumlah ini ikut merepresentasikan tingginya minat dan potensi perempuan dalam bidang kewirausahaan serta kemampuannya dalam menyumbang pertumbuhan dalam ekonomi nasional.

Semangat perempuan dalam bidang kewirausahaan juga turut diapresiasi oleh DANA. Dalam setiap kegiatan DANA yang melibatkan UMKM, DANA menghadirkan kesempatan yang sama, baik untuk wirausahawan laki-laki maupun perempuan.

Bahkan, semangat perempuan yang berwirausaha juga dirasakan selama sepekan menjalankan kegiatan Beli Kreatif Toba di Februari 2021 lalu.

Hasilnya, lima perempuan pemilik usaha di Danau Toba berhasil terpilih dan mendapat sorotan khusus dalam aplikasi DANA.

Hadirnya UMKM terpilih dari Danau Toba dalam aplikasi DANA juga merupakan apresiasi terhadap peran perempuan dalam turut berkontribusi bagi pembangunan.

Bukan kebetulan, kelima UMKM yang terpilih ini diprakarsai dan dipimpin oleh perempuan. Ini menjadi bukti bahwa emansipasi dan partisipasi perempuan yang diperjuangkan RA Kartini lebih dari seratus tahun yang lalu semakin luas dan mencakup hampir semua sektor.

Untuk menikmati langsung produk-produk UMKM terpilih dari Kawasan Danau Toba caranya cukup mudah. Pengguna dapat langsung mengakses aplikasi DANA dan mengklik banner yang mencantumkan nama kelima UMKM tersebut. Pengguna akan diarahkan langsung ke kontak (WhatsApp) masing-masing UMKM.

Berikut kelima profil UMKM terpilih dari Danau Toba yang bisa pengguna jelajahi lebih lanjut lewat dompet digital DANA!

Café Hollywood dan Sambal Andaliman

Café Hollywood Soposurung menyajikan ragam hidangan makanan nasional termasuk hidangan khas Toba, dengan menu andalan sop buntut dan sambal andaliman.

Tak hanya itu, Café Hollywood juga menjual Sambal Andaliman kemasan yang dapat menjadi buah tangan.

Kerajinan Ulos R&R Craft

Arti R&R 12B Craft diambil dari nama pemilik dan suaminya yang memiliki 12 bersaudara. Pilihan untuk mengembangkan bisnis kerajinan tangan didorong oleh potensi pariwisata Danau Toba yang begitu besar, terutama Ulos.

Pemilik akhirnya berfokus pada pembuatan produk kerajinan dari Ulos dan Batik Gorga Batak, namun terus diperbarui dengan berbagai model dan tren terkini agar dapat memikat masyarakat.

Saabaas Coffee Simalungun

Saabas Coffee memproduksi kopi arabika langsung di rumah produksi kopi Sinaman II dengan tetap memperhatikan kualitas, cita rasa dan proses dari hulu hingga ke hilir.

Saabas Coffee berdiri sejak 2013 dengan izin P-IRT (510120002000324) dari Pemerintah Kabupaten Simalungun yang hingga saat ini tetap menjaga kearifan lokal dan cita rasa khas dari lahan pribadi dekat dengan perkebunan teh milik PTPN IV.

Sekka Craft

Sekka dalam Bahasa Batak artinya kain kecil yang dikenakan ibu-ibu (zaman dulu) sebagai pelengkap busana seperti sapu tangan dan selendang kecil.

Sekka craft mengangkat Mandar Balige, kain yang diperuntukkan untuk produk Mandar (Sarung) sejak tahun 1940 sebagai bahan utamanya.

Penggunaan kain Mandar Balige yang semakin sedikit dan terlupakan, mendorong pemilik usaha ini mengoptimalkan potensi Mandar Balige menjadi produk-produk souvenir kecil, meriah, terjangkau dan fungsional seperti topi, bandana, celana pendek, tas, dekorasi rumah dan berbagai produk lainnya.

Bahannya yang adem serta kuat dipadu dengan corak kotak hasil produksi Balige, menjadi kekuatan Sekka Craft.

Senandi Wood

Kata Senandi yang berarti suara jiwa dalam bahasa Sansekerta menjadi nama yang diangkat kedua pemilik usaha ini sejak Juni 2020.

Kedua perempuan pemilik bisnis ini sengaja mengangkat industri ini untuk membuktikan bahwa dunia kriya tidak hanya milik laki-laki, tetapi juga milik suara jiwa perempuan.

Peluang ini diangkat manakala kedua pemilik datang ke kafe di daerah Tanah Karo yang jarang menggunakan tatakan kayu. Peluang ini makin besar mengingat di Sumatera tara tidak ada yang memproduksi tatakan secara massal.

Anyway, sejauh ini Senandi Wood memproduksi massal tatakan gelas, asbak, dan pot bunga. Namun, mereka juga menerima pesanan sesuai permintaan pelanggan. Kayu yang digunakan bukan hasil illegal logging, tetapi kayu asli Tanah Karo yang bisa ditanam petani setempat.

Agustina Samara, selaku Chief People & Corporate Strategy Office DANA sampaikan bahwa menggerakkan potensi UMKM secara digital merupakan salah satu inisiatif DANA untuk ikut mendorong roda perekonomian. Lewat DANA Bisnis, DANA berkomitmen membantu UMKM di berbagai bidang.

“Tidak hanya memperkenalkan kemudahan transaksi digital, tetapi juga melibatkan UMKM dalam pelatihan berkelanjutan. DANA mempertegas komitmen tersebut dengan mempromosikan dan membantu memasarkan produk dari UMKM terpilih dari Kawasan Danau Toba sekaligus mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan bangsa,” tutup Agustina.

Baca juga, Pakai DANA, Mudahkan Pembayaran Nontunai dan Nonkartu Armada DAMRI

[adrotate banner="3"]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here