Gunung Padang
Gunung Padang (Foto: Dok komunitas Indonesia Hidden Heritage)

FOUNDER komunitas Indonesia Hidden Heritage (IHH), Any Septiani, baru saja pelesir ke Situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat. Ia dan 3 rekannya lainnya memandu lebih dari 20 anggota komunitas yang turut pelesir bersama mereka.

Keberhasilan komunitas peduli budaya dan sejarah Indonesia itu menggelitik Traveldiva.id untuk menggali daya tarik yang Situs Gunung Padang darinya. Berikut hasil wawancara Traveldiva.id dengan Any.

Founder Indonesia Hidden Heritage, Any Septiani. (Sumber: Dok Pribadi)

Boleh diceritakan apa daya tarik situs ini sampai kamu berhasil mengajak puluhan anggota komunitas ke sana?

Situs ini  diyakini sebagai peninggalan peradaban tertua di dunia (10.000 SM). Hal itu terungkap dari laporan yang disampaikan pada pertemuan American Geophysical Union (AGU) di Washington DC Desember 2018. Laporan pertama mengenai keberadaan situs ini dimuat pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (Buletin Dinas Kepurbakalaan) tahun 1914.

Sejarawan Belanda, N. J. Krom, juga telah menyinggungnya pada tahun 1949. Situs ini sempat “terlupakan”. Namun pada tahun 1979 tiga penduduk setempat yaitu Endi, Soma, dan Abidin, melaporkan kepada Edi, Penilik Kebudayaan Kecamatan Campaka, mengenai keberadaan tumpukan batu-batu persegi besar dengan berbagai ukuran yang tersusun dalam suatu tempat berundak yang mengarah ke Gunung Gede.

Jadi situs ini lebih tua dari piramida di Mesir dan peninggalan Kebudayaan Megalitikum lainnya di dunia dan terbesar di Asia Tenggara. Itu sebabnya banyak yang tertarik untuk mengunjunginya.

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai Situs Gunung Padang dari Jakarta?

Total perjalanan selama 9 jam, kami berangkat jam 07.45 WIB. Tiba di parkiran Situs jam 16.45 WIB, dengan dua kali pemberhentian untuk istirahat, makan dan salat sekitar 1 jam. Kemudian dilanjutkan dengan naik ojek sekitar 15 menit.

Mengapa bisa selama itu? Normalnya, berapa lama waktu yang dihabiskan di perjalanan?

Bersamaan dengan libur panjang anak sekolah sepertinya menyebabkan kemacetan sepanjang perjalanan menuju situs. Normalnya, situs dapat ditempuh dalam waktu 5 jam.

Berapa jam waktu yang dihabiskan untuk menikmati keindahan Situs Gunung Padang?

Kami menghabiskan waktu selama 1 jam sebab hari sudah menjelang Magrib saat tiba di teras tertinggi situs. Sehingga tidak memungkinkan untuk menjelajah Situs dalam kondisi gelap. Sebab tidak ada pencahayaan di area situs. Hanya ada pencahayaan di beberapa titik sepanjang tangga untuk turun keluar dari situs.

Komunitas Indonesia Hidden Heritage berfoto bersama di gerbang situs Gunung Padang. (Sumber: Indonesia Hidden Heritage)

Apa saja aktivitas yang dapat dilakukan turis selama pelesir ke sana?

Mendengarkan penjelasan dari juru pelihara situs, mengabadikan keindahan alamnya melalui foto ataupun video dan melakukan ritual keagamaan. Sejak zaman dahulu Situs Gunung Padang memang diyakini sebagai tempat peribadatan sehingga banyak turis dari berbagai agama serta kepercayaan yang melakukan ritual berdoa pada sang Maha Pencipta di sana. Situs ini juga buka 24 jam sehingga dapat dikunjungi untuk mereka yang mau melakukan ritual di malam hari.

Saat kami menjelajah situs juga ada rombongan turis yang sedang melakukan ritual memanjatkan doa kepada sang Khalik. Sehingga juru pelihara situs harus menurunkan volume suaranya agar tidak mengganggu rombongan tersebut.

Menurut kamu, situs tersebut terawat dengan baik. Bisa gambarkan kondisi bangunan, jalan, kebersihan dan fasilitas yang ada di sana kepada Travel Diva?

Situs sudah terawat dengan baik sebab sudah ada tangga buatan yang tidak securam tangga aslinya. Fasilitas toilet dan musala berada di Parkiran dan kebersihannya pun terawat dengan baik.

Warga sekitar sudah menyadari bahwa situs menjadi obyek wisata sehingga mereka menyediakan jasa ojek bagi turis yang tidak ingin berjalan kaki dari parkiran menuju situs maupun untuk turis yang ingin langsung menuju teras tertinggi.

Selain itu warga juga menyediakan penginapan homestay bagi turis yang ingin menginap di dekat situs.

Ada satu hal yang bisa ditingkatkan menurut saya yaitu pengembangan oleh-oleh asli dari warga sekitar. Tempo hari hanya ada gula aren yang dijual sebagai oleh-oleh.

Apa kenangan terindah yang kamu dapatkan setelah mengunjungi situs tersebut?

Kenangan terindah bagi saya adalah situs ini menunjukkan banyak filosofi kearifan lokal yang dimiliki leluhur bangsa Indonesia. Masyarakat sekitar secara turun temurun telah mengenal Situs Gunung Padang sebagai tempat keramat (tempat yang disucikan) sebab memang berfungsi sebagai tempat peribadatan sejak zaman prasejarah atau zaman Megalitikum.

Adapun bentuk situsnya sebagai punden berundak atau tempat yang bertahap-tahap yang terdiri dari 5 teras dimana tempat yang paling tinggi atau teras kelima merupakan tempat yang tertinggi sebagai simbol tempat yang sangat dekat dengan Pencipta.

Selain sebagai tempat peribadatan, Situs Gunung Padang juga diyakini sebagai tempat musyawarah untuk mencapai mufakat dan tempat melakukan upacara atau sesajian. Adapun keyakinan sebagai tempat musyawarah untuk mencapai mufakat ditunjukkan adanya batu kursi yang diyakini sebagai tempat duduknya sang pemimpin saat itu dalam memimpin suatu musyawarah.

Untuk itu menjadi kenangan terindah bagi saya betapa leluhur bangsa Indonesia begitu arifnya menyatu dengan alam dan memiliki interaksi social yang begitu kuat sebab selalu mendahulukan kepentingan bersama dalam memutuskan sesuatu.

Selain mengelola Komunitas Indonesia Hidden Heritage, apa aktivitas lain kamu?

Saya salah satu founder perusahaan logistik di Jakarta, yaitu ADDO Logistics, di mana saya juga menjabat sebagai CFO (Chief Financial Officer) di perusahaan tersebut. Kemudian saya juga salah satu founder Sekecil Bravo, yaitu suatu gerakan sosial yang merupakan gerakan bersedekah bulanan disalurkan ke hal-hal yang minim perhatian masyarakat.

Dan tentunya komunitas IHH ini dibentuk oleh Vlogal Indonesia Kepikenik di mana saya juga salah satu pendirinya sehingga saya juga memiliki kegiatan di Vlogal bersama teman-teman yang terlibat didalamnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here