Traveldiva – Setelah hampir dua dekade dikenal lewat seri fenomenal The Naked Traveler, penulis perjalanan Trinity kembali menyapa para pembacanya dengan karya baru yang jauh lebih personal, reflektif, dan kaya perspektif. Melalui buku berjudul Di Luar Radar: Kisah Keberagaman dari Kuburan Jakarta sampai Hutan Amazon, Trinity mengajak pembaca menjelajah sisi-sisi kehidupan yang selama ini jarang disorot, bahkan sering luput dari percakapan sehari-hari.
Buku yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka ini langsung menjadi salah satu rilisan yang paling dinanti tahun ini. Tak heran, karena banyak penggemar ingin melihat sisi lain Trinity setelah perjalanan panjangnya sebagai travel writer. Kini, Di Luar Radar sudah bisa dipesan dan tersedia di seluruh jaringan toko buku Gramedia maupun berbagai platform buku online terkemuka. Dengan kata lain, siapa pun yang sudah penasaran kini dapat segera membawanya pulang.
Perjalanan Baru yang Mengajak Pembaca Melihat Lebih Dalam
Berbeda dari buku-bukunya sebelumnya, Trinity kali ini tidak sekadar membagikan cerita perjalanan ke destinasi eksotis. Ia justru membawa pembaca melangkah masuk ke ruang-ruang kecil kehidupan yang selama ini berada “di luar radar”. Dengan gaya bercerita yang tetap jujur, lugas, namun lebih intim, Trinity mengeksplor keberagaman budaya, keyakinan, dan realitas sosial yang kerap tak terlihat dari permukaan.
Menariknya, buku ini berisi 22 kisah nyata yang terinspirasi dari pengalaman pribadi maupun pengamatan langsung Trinity selama bertahun-tahun berkeliling dunia. Misalnya, pembaca diajak mengenal fenomena unik para ibu yang senang nongkrong di area pemakaman Jakarta. Sebuah cerita yang tidak hanya menggelitik rasa ingin tahu, tetapi juga membuka pemahaman baru soal cara masyarakat memaknai ruang dan pertemanan.
Tak berhenti di situ, Trinity juga membagikan pengalamannya saat mondok di pesantren sebuah pengalaman yang mungkin tak banyak diketahui oleh penggemarnya. Melalui kisah ini, ia menyingkap sisi-sisi kehidupan yang penuh disiplin, nilai moral, dan ritual yang membentuk pemahaman tentang spiritualitas.
Selanjutnya, pembaca dibawa menyelami seluk-beluk proses kremasi yang mungkin selama ini hanya dikenal sebatas ritual. Trinity menguraikannya dengan detail yang tetap ringan, sehingga pembaca dapat memahami makna di balik tradisi tersebut tanpa merasa berat.
Kisah lain yang tak kalah menarik datang dari perjalanannya bertemu para imigran di negara Barat. Trinity menggambarkan perjuangan mereka beradaptasi dengan budaya baru, tekanan birokrasi, hingga kerinduan akan tanah kelahiran. Cerita ini menjadi jembatan bagi pembaca untuk melihat realita yang sering terdengar, namun jarang dipahami secara mendalam.
Dan tentu saja, salah satu kisah paling mencuri perhatian adalah perjumpaannya dengan misionaris Indonesia yang mengabdikan diri di hutan Amazon Bolivia. Melalui narasi yang penuh empati, Trinity memotret dedikasi, keberanian, serta tantangan yang harus mereka hadapi di tengah alam liar yang jauh dari rumah.
“Buku ini mungkin tak akan mengubah dunia, tetapi pasti akan mengubah cara Anda memandangnya,” tulis Trinity di sampul bukunya. Kalimat ini menjadi gambaran paling pas tentang apa yang pembaca dapatkan: bukan hanya cerita, tetapi cara baru melihat dunia.
Menyentuh Isu Keberagaman dengan Cara yang Dekat
Walau tampak seperti kumpulan cerita perjalanan, Di Luar Radar sebenarnya menampilkan lebih dari itu. Trinity merangkai tiap kisah dengan kedalaman refleksi yang membuat pembaca ikut berpikir ulang mengenai keberagaman budaya dan pengalaman manusia.
Melalui penggunaan bahasa yang ringan dan penuh transisi yang halus, buku ini terasa mengalir—membawa pembaca dari satu cerita ke cerita lain tanpa kehilangan benang merah. Trinity seakan ingin mengatakan bahwa keberagaman itu sangat dekat dengan kita, hanya saja sering tidak terlihat karena kita sibuk dengan dunia sendiri.
Namun, yang membuat buku ini semakin menarik adalah caranya menyusun narasi tanpa menggurui. Ia mengundang pembaca untuk menyaksikan dan merasakan, bukan memaksakan kesimpulan. Pendekatan ini membuat Di Luar Radar menjadi bacaan yang bukan hanya informatif, tetapi juga menyentuh secara emosional.
Saatnya Mengajak Pembaca Menjelajah Perspektif Baru
Bagi para pencinta nonfiksi reflektif, pecinta perjalanan, maupun pembaca yang ingin mengenal dunia dari sudut pandang yang berbeda, Di Luar Radar adalah buku yang sulit dilewatkan. Selain karena tema yang unik, cara penyajian Trinity terasa relevan dengan situasi hari ini, ketika keberagaman semakin penting untuk dipahami.
Kabar baiknya, buku ini sudah tersedia dan bisa dibeli melalui berbagai kanal, antara lain:
Seluruh toko buku Gramedia di Indonesia
Platform penjualan buku online resmi Bentang Pustaka dan berbagai e-commerce melalui tautan berikut: linktr.ee/diluarradar
Dengan total 308 halaman, buku ini menawarkan perpaduan antara kisah nyata, refleksi mendalam, dan pengalaman lintas budaya yang sarat makna.











