Traveldiva — Minat wisatawan Asia untuk menikmati keindahan musim semi pada 2026 terus meningkat. Hal ini terlihat dari laporan terbaru yang dirilis oleh Klook melalui Spring Readiness Index, sebuah indeks yang memetakan kesiapan wisatawan menyambut musim perjalanan yang identik dengan mekarnya bunga sakura.

Menariknya, minat pencarian kata kunci terkait musim semi seperti “cherry blossom” dan “sakura” di platform Klook melonjak hingga 57 persen sepanjang Desember 2025 hingga Februari 2026. Peningkatan ini menunjukkan bahwa musim semi masih menjadi salah satu momen perjalanan paling dinanti wisatawan Asia.

IMG 5284 1 scaled

Berdasarkan survei terhadap 900 wisatawan dari sembilan pasar Asia, yakni Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, Thailand, Vietnam, Hong Kong, Taiwan, dan India, Japan masih menempati posisi teratas sebagai destinasi favorit. Sebanyak 78 persen responden memilih Jepang untuk perjalanan musim semi mereka.

Selain Jepang, wisatawan juga melirik South Korea yang dipilih oleh 52 persen responden, serta China dengan 42 persen. Ketiga negara ini dikenal memiliki lanskap musim semi yang ikonik, terutama saat bunga sakura bermekaran.

Wisata Musiman Jadi Daya Tarik Utama

Vice President Global Marketing Klook, Marcus Yong, menjelaskan bahwa tren perjalanan saat ini menunjukkan perubahan perilaku wisatawan yang semakin matang dalam merencanakan liburan.

Menurutnya, wisatawan kini tidak hanya mencari destinasi populer, tetapi juga pengalaman yang lebih bermakna selama perjalanan. Mulai dari menjelajahi budaya lokal hingga mencicipi kuliner khas daerah.

“Melalui Spring Readiness Index, kami melihat wisatawan semakin fleksibel dalam merencanakan perjalanan sambil tetap memprioritaskan pengalaman yang paling berkesan,” jelas Marcus.

Temuan ini juga sejalan dengan laporan Travel Pulse 2026 dari Klook. Riset tersebut mengungkapkan bahwa pengalaman alam yang hanya dapat dinikmati pada waktu tertentu—seperti mekarnya bunga sakura—menjadi salah satu aktivitas yang paling diincar wisatawan tahun ini.

Dengan kata lain, paradiva, perjalanan kini tidak sekadar soal berpindah tempat, tetapi juga mengejar momen langka yang hanya hadir pada musim tertentu.

Tren Multi-Destinasi Makin Populer

Selain meningkatnya minat terhadap wisata musiman, laporan Klook juga mengungkap tren baru dalam pola perjalanan. Kini semakin banyak wisatawan yang memilih multi-destination trip atau perjalanan dengan beberapa destinasi sekaligus.

Sekitar dua pertiga responden mengaku berencana mengunjungi lebih dari satu kota dalam satu perjalanan. Hal ini menandai pergeseran dari model perjalanan satu tujuan menuju perjalanan yang lebih eksploratif.

Dalam tren ini, kota besar tidak lagi hanya menjadi destinasi akhir. Sebaliknya, kota tersebut sering berfungsi sebagai gerbang untuk menjelajahi wilayah lain yang lebih tenang atau kurang populer.

Data internal Klook pada periode Maret–April 2025 bahkan menunjukkan meningkatnya minat wisatawan terhadap beberapa kota berkembang.

Di Jepang, misalnya, wisatawan mulai melirik kota seperti Fukuoka, Nagoya, dan Hiroshima. Sementara di Korea Selatan, destinasi seperti Gyeonggi-do, Gangwon-do, dan Gyeongjujuga semakin populer.

Di China, wisatawan mulai menjelajahi kota-kota seperti Qingyuan, Yinchuan, hingga Lijiangyang menawarkan pengalaman musim semi yang lebih autentik.

Meski minat perjalanan meningkat, wisatawan tetap memiliki sejumlah kekhawatiran. Berdasarkan hasil survei, 47 persen responden mengaku khawatir dengan keramaian di tempat wisata, termasuk antrean panjang di atraksi populer.

Selain itu, 41 persen wisatawan juga takut melewatkan momen puncak mekarnya sakura. Sebab, waktu mekar bunga ini sering kali bergantung pada kondisi cuaca dan bisa berubah dari perkiraan.

Namun di luar dua faktor tersebut, sebagian besar wisatawan tidak terlalu cemas terhadap risiko lain seperti cuaca yang tidak menentu maupun kenaikan harga selama musim liburan.

Laporan Klook juga menunjukkan bahwa wisatawan cenderung melakukan pemesanan aktivitas perjalanan dalam waktu yang relatif dekat dengan tanggal keberangkatan.

Sekitar tujuh dari sepuluh responden berencana memesan tur, aktivitas, atau atraksi wisata dalam dua bulan sebelum perjalanan. Pola ini menunjukkan bahwa wisatawan ingin tetap fleksibel, terutama untuk menyesuaikan jadwal dengan perkiraan mekarnya bunga sakura.

Dengan kata lain, fleksibilitas kini menjadi faktor penting dalam merencanakan perjalanan musim semi.

IMG 5286

Untuk membantu wisatawan menghadapi kompleksitas perjalanan saat musim ramai, Klook juga memperkenalkan peran Chief Spring Officer. Program ini dirancang untuk memberikan panduan perjalanan langsung dari lapangan.

Awalnya posisi ini hanya direncanakan untuk satu orang. Namun karena antusiasme yang tinggi—dengan lebih dari 150 kandidat dari 43 kota—Klook akhirnya membentuk dewan berisi 25 Chief Spring Officers.

Tim ini akan ditempatkan di Jepang, Korea Selatan, dan China mulai 20 Maret hingga 10 April 2026. Mereka akan membagikan insight perjalanan, tips praktis, serta rekomendasi destinasi secara real-time melalui media sosial Klook. 

Selain itu, Klook juga menghadirkan berbagai pengalaman wisata khusus hasil kolaborasi dengan merchant lokal. Salah satunya adalah tur eksklusif di Everland, taman hiburan terbesar di Korea Selatan.

Melalui tur ini, wisatawan dapat mengakses area Secret Garden untuk menikmati pemandangan bunga sakura dari lokasi yang jarang dijangkau pengunjung umum.

Tersedia dua pilihan pengalaman, yaitu tur siang hari serta tur malam hari yang dilengkapi pertunjukan kembang api.

Menjawab kekhawatiran wisatawan soal waktu mekar sakura, Klook juga menghadirkan program Bloom Back Guarantee. Program ini memberikan jaminan pengembalian dana 30 persen jika bunga sakura tidak mekar sesuai perkiraan resmi selama periode tur. Garansi ini tersedia sebagai add-on untuk pemesanan tur bunga sakura tertentu di Jepang dan Korea Selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here