Traveldiva – Para diva yang ingin suasana baru berwisata, cobalah ke Grebeg Suro 2023 di Ponorogo. Ini bukan wisata alam, melainkan wisata budaya asli Indonesia yang eksotis dan patut dilestarikan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno pada akhir pekan lalu pun menghadiri Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) yang masuk Top-10 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2023.

Sandi dengan mengenakan penadon lengkap busana khas Ponorogo mengungkapkan kekagumannya terhadap kesenian Reog Ponorogo.

“ Festival Nasional Reog Ponorogo sudah layak dijadikan festival internasional,” ujarnya.

Menteri yang sekarang bergabung ke PPP tersebut mengaku bertemu dengan para peneliti dari Polandia, Inggris, dan Australia yang tertarik dengan Reog Ponorogo. Mereka ingin mengusung kesenian adiluhung itu ke mancanegara.

Targetkan Masuk UCCN dan ICH-UNESCO

Sandiaga Uno

Sementara Bupati Sugiri Sancoko mengatakan Ponorogo saat ini dikukuhkan menjadi Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia pada 2022 lalu.

Sandi menambahkan, tinggal selangkah lagi Ponorogo menjadi bagian Jejaring Kota Kreatif UNESCO atau UNESCO Creative City Network (UCCN). Reog Ponorogo juga sudah masuk listing ICH-UNESCO yang akan disidangkan tahun 2024.

“Kita akan memperkuat pendampingan sehingga tahun depan dapat diajukan ke UCCN dan dapat melengkapi Reog Ponorogo yang terdaftar di listing UNESCO untuk disidangkan sebagai warisan budaya takbenda,” kata Sandiaga Uno

Dampak Besar Reog Terhadap Ekonomi Kreatif

Sandi menyebut reog memiliki dampak besar terhadap ekonomi kreatif. Selama tujuh hari FNRP, misalnya, diperkirakan 145 ribu pelaku ekonomi terlibat. “Mulai dari penata kostum, perias, penari, pemain musik hingga penjual souvenir, pedagang kaki lima, termasuk UMKM,” jelas Sandi.

Hasil Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif Indonesia (PM3KI) Kemenparekraf pada 2021 mengungkap fakta bahwa terdapat 365 paguyuban reog di Ponorogo dengan anggota masing-masing sebanyak 60 orang. Itu berarti ada serapan tenaga kerja sebanyak 24.840 orang dengan omzet tahunan senilai Rp 5,4 miliar rupiah.

Belum lagi, seni kriya yang mengikuti pertunjukan reog. Mulai kerajinan ganongan, gamelan, rengkek, rakap, caplokan, dan ekek. Ada juga batik khas Ponorogo bermotif reog. Dari sekitar 273 pelaku seni kriya itu, dalam setahun beromzet sebesar Rp 6,4 miliar rupiah.

Cek artikel traveldiva lainnya di Google News

Baca juga konten menarik tentang Otomotif untuk perempuan di Otodiva, info gadget untuk perempuan di Gadgetdiva.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini