Best Tourism Village UNWTO 2021 merupakan pencarian contoh terbaik dari desa-desa yang memanfaatkan kekuatan pariwisata untuk memberi kesempatan dan melindungi komunitas, tradisi, dan warisan lokal mereka.

Saat ajang Best Tourism Village UNWTO 2021 dilaksanakan, Desa Tetebatu di Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pun ikut serta di ajang Best Tourism Village UNWTO 2021.

Objek Wisata Desa Tetebatu di Kaki Gunung Rinjani
(Piknikdong.com)

Dilansir laman, Liputan6.com, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, mengatakan bahwa pihaknya telah melampirkan dokumen persyaratan lomba yang pendaftarannya akan ditutup pada 31 Agustus 2021 itu.

Menurut Yusron baru-baru ini, tim Kabupaten Lombok Timur telah menyiapkan berbagai kelengkapan data, beserta sederet film pendek yang menggambarkan daya tarik objek wisata Tetebatu.

Bahkan semangat serupa juga disampaikan pengamat pariwisata, Taufan Rahmadi. Dirinya mendukung upaya pemerintah daerah, serta Dinas Pariwisata NTB dan Kabupaten Lombok Timur menjaga kepercayaan yang diamanahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

“NTB, khususnya Pemkab Lombok Timur, 100 persen siap menjadikan Desa Tetebatu yang terbaik. Kami yakin karena telah menyiapkannya jauh-jauh hari. Kemenparekraf harus dukung ini, tidak ada alasan untuk tidak mengikutsertakan Tetebatu di kompetisi ini,” ujarnya.

Selain itu, menurut Penggagas dan Ketua Asosiasi Desa Wisata NTB, Ahyak Aminudin, kawasan Tetebatu pantas jadi wakil Indonesia dalam kompetisi pariwisata skala internasional tersebut. Selain alamnya yang indah, Tetebatu menyimpan banyak sejarah.

“Tetebatu dikenal pertama kali masyarakat dunia berkat salah seorang wisatawan asal Belanda tahun 1965. Bangunan tempat tinggalnya di Tetebatu jadi tonggak berdirinya puluhan homestay di sekitar desa penyangga,” urainya.

Ahyak juga menjelaskan bahwa Pondok Soejono jadi motivasi pertama masyarakat desa mengembangkan Tetebatu jadi desa wisata. Tetebatu juga jadi pusat akomodasi wisatawan asing yang singgah di Lombok Timur.

Kemudian, Ahyak pun menyambung bahwa Desa Tetebatu terus berkembang dengan desa penyangga lain, seperti Desa Tetebatu Selatan, Desa Kembang Kuning, dan Desa Jeruk Manis.

Empat desa wisata, dengan Desa Tetebatu sebagai ikon, jadi penopang utama kunjungan wisatawan asing, khususnya dari Belanda dan Jerman.

“Dengan berbagai keunggulan dan keindahannya, kami berharap Desa Tetebatu bisa menjadi pemenang di ajang lomba dunia ini,” pungkas Ahyak.

Yusron mengatakan, “Kami juga berterima kasih pada Deputi Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Bapak Vinsensius Jamadu yang telah memastikan Desa Tetebatu jadi salah satu dari dua desa wisata lain yang mewakili Indonesia. Semoga bisa jadi momentum kebangkitan pariwisata Indonesia di tengah pandemi,” harapnya.

Anyway, Ajang Best Tourism Village UNWTO 2021 ini identifikasinya mengambil pendekatan inovatif dan transformatif untuk pariwisata yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Kompetisi ini juga bertujuan memaksimalkan kontribusi sektor pariwisata dalam mengurangi ketidaksetaraan regional dan memerangi depopulasi pedesaan.

Hal ini pun bermaksud memajukan peran pariwisata dalam menilai dan menjaga desa-desa wisata dengan lanskap, sistem pengetahuan, keanekaragaman hayati dan budaya, nilai-nilai dan kegiatan lokal, termasuk keahlian memasak.

Negara anggota UNWTO dapat mengajukan hingga tiga desa untuk dinilai oleh komite. Desa-desa terpilih akan diumumkan pada Oktober 2021, pada sesi ke-24 Majelis Umum UNWTO di Marrakesh, Maroko.

Baca juga, Bangkitkan Sektor Pariwisata, Menhub RI Gandeng Pelaku Usaha Travel Agent

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini