Rutinitas pekerjaan modern sering kali menuntut seseorang untuk mengoperasikan berbagai aplikasi secara bergantian hanya untuk menyelesaikan satu alur tugas. Alur kerja yang terfragmentasi mulai dari membaca berkas, mencatat poin penting, mencari referensi, hingga menerjemahkan bahasa dapat memecah konsentrasi dan menyita banyak waktu.
Tekanan untuk menyelesaikan banyak tugas dalam waktu singkat menjadi hal biasa bagi profesional, pengusaha, maupun mahasiswa dengan pola kerja dinamis. Dalam kondisi ini, pemangkasan tahapan kerja yang tidak efisien menjadi kunci utama agar pengguna dapat mencurahkan fokus pada hal-hal yang lebih strategis.
Menjawab tantangan produktivitas tersebut, Samsung menghadirkan Galaxy Z Fold8 Ultra yang dibekali integrasi teknologi Galaxy AI. Perwakilan Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, menjelaskan bahwa perpaduan layar lapang dan sistem kecerdasan buatan ini dirancang untuk menyederhanakan alur kerja pengguna dalam satu gawai.
Saat harus mempersiapkan rapat dalam waktu singkat, teknologi kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk mengekstraksi dokumen tebal menjadi poin-poin penting. Langkah ini memudahkan pengguna memahami inti materi secara cepat tanpa perlu membaca seluruh isi berkas dari awal.
Dukungan layar lipat yang luas makin mengoptimalkan persiapan kerja, bahkan saat berada dalam perjalanan menuju kantor. Pengguna dapat menjalankan fitur multi-window untuk membaca dokumen ringkasan di satu sisi layar sembari menyusun draf presentasi di sisi lainnya tanpa harus menutup aplikasi.
Seusai sesi diskusi atau rapat, kecerdasan buatan pada perangkat ini dapat membantu merapikan hasil pembicaraan menjadi catatan yang terstruktur. Proses penyusunan notulen yang biasanya memakan waktu kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit.
Kemampuan menjalankan beberapa aplikasi sekaligus (multitasking) juga memastikan akurasi hasil pencatatan. Pengguna dapat mencocokkan kembali poin-poin rapat dengan dokumen referensi secara langsung di layar yang sama untuk menghindari kesalahan informasi.
Informasi dari rapat kemudian dapat diolah lebih lanjut menjadi rencana aksi konkret. Sistem AI mampu memetakan hasil diskusi menjadi daftar tugas lengkap dengan pembagian penanggung jawab serta batas waktu pengerjaan secara otomatis.
Untuk kebutuhan kolaborasi lintas negara, ketersediaan fitur penerjemah langsung sangat membantu memangkas batasan bahasa. Pengguna dapat memahami percakapan asing dengan lancar tanpa perlu berpindah ke aplikasi penerjemah terpisah, sehingga komunikasi tetap responsif.
Sinergi antara pemrosesan Galaxy AI, layar utama yang lapang, dan keunggulan Multi Window menjadikan perangkat ini sebagai sarana produktivitas yang komprehensif. Pengguna tidak hanya dapat menyelesaikan berbagai pekerjaan lebih cepat, tetapi juga menikmati proses kerja yang jauh lebih efisien.











