Kue Lebaran
Sumber Foto: Popbela

Siapa yang menyantap banyak kue kering saat berlebaran kerumah sanak saudara? Hidangan berbagai macam kue kering saat Lebaran memang sangat menggiurkan, namun tahu kah Kamu bahaya kesehatan tubuh saat menyantap kue kering berlebihan?

Dikutip laman CNN Indonesia, kue Lebaran biasanya berupa kue kering yang mengandung tinggi gula dan karbohidrat.

Sumber Foto: Pinterest

Rasanya yang enak namun tak mengenyangkan membuat makanan ini dikonsumsi tak cukup sekali, sehingga tanpa terasa tubuh akan kelebihan kalori yang masuk.

Nah, apa saja, sih bahaya kebanyakan makan kue Lebaran? Berikut dibawah ini beberapa penjelasannya. Simak, ya!

Berat Badan Naik

kue Lebaran yang mengandung banyak tepung rupanya banyak ditemukan mengandung fruktosa yang dapat memicu rasa lapar dan berpotensi meningkatkan kadar glukosa.

Tentunya mengonsumsi fruktosa secara berlebihan dapat menyebabkan resistensi terhadap leptin, hormon penting yang mengatur rasa lapar, sehingga mengganggu sinyal pada tubuh untuk berhenti makan.

Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Seperti yang kita ketahui bahwa terlalu banyak mengkonsumsi gula dapat menyebabkan obesitas, peradangan, meningkatkan risiko penyakit jantung, dan trigliserida tinggi.

Kemudian hasil dari sebuah studi yang dilakukan melibatkan lebih dari 30 ribu orang menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi 17-21 persen kalori berisiko 38 persen lebih tinggi meninggal akibat penyakit jantung.

Tumbuh Jerawat

Makan makanan manis nuga dapat meningkatkan gula darah dan kadar insulin secara cepat, lho! Kemudian hal ini lah yang menyebabkan peningkatan sekresi androgen, produksi minyak atau sebum, dan peradangan, sebagai pemicu pertumbuhan jerawat.

Meningkatkan Risiko Kanker

Karena kandungan gula yang tinggi, mengkonsumsi kue Lebaran berlebihan juga dapat meningkatkan risiko tumbuhnya kanker, lho!

Hal ini dibuktikan melalui studi yang mengungkapkan bahwa wanita yang mengonsumsi roti manis dan kue lebih dari tiga kali per minggu, 1,42 kali lebih mungkin terkena kanker endometrium.

Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Penyakit lain yang akan didapat karena konsumsi gula yang tinggi yaitu obesitas. Obesitas juga merupakan salah satu faktor risiko terkuat timbulnya penyakit diabetes.

Terlebih, mengonsumsi gula tinggi secara jangka panjang mendorong resistensi terhadap insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertugas untuk mengatur kadar gula darah.

Resistensi insulin ini dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah sehingga meningkatkan risiko diabetes.

Risiko Depresi Lebih Tinggi

Kue Lebaran yang dikonsumsi memiliki banyak makanan olahan termasuk produk tinggi gula serta minuman manis juga memiliki kaitan dengan risiko depresi yang lebih tinggi.

Nah, para peneliti percaya bahwa perubahahan gula darah, disregulasi neurotransmitter, dan peradangan dapat menjadi alasan mengganggu kesehatan mental, lho!

Berdasarkan studi yang meneliti 8 ribu orang menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi 67 gram atau lebih gula per hari mengalami depresi 23 persen lebih tinggi dibanding yang makan kurang dari 40 gram gula per hari.

Mempercepat Penuaan Kulit

Hati-hati, mengkonsumsi kue Lebaran berlebihan dapat menimbulkan kerutan yang sebetulnya adalah tanda penuaan alami.

Namun pilihan makanan yang tidak baik dapat mempercepat proses penuaan kulit dan memperburuk kerutan, lho!

Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula dapat merusak kolagen dan elastin, yaitu protein yang dapat membantu kulit meregang dan menjaga penampilan menjadi awet muda. Ketika kolagen dan eslastin rusak, kulit kehilangan kekencangannya dan mulai kendur.

Nah, beberapa bahaya mengkonsumsi kue Lebaran berlebihan diatas bisa Kamu atasi jika bijak dalam menyantapnya, ya agar tidak mengganggu kesehatan Kamu di kemudian hari.

Baca juga, Ini Wadah Yang Aman dan Bahaya Untuk Penggunaan Microwave

[adrotate banner="3"]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here