Air Fryer

Alat memasak elektronik Air Fryer yang disebut-sebut tanpa minyak ini diklaim jauh lebih sehat dibandingkan jika memasak seperti biasa menggunakan minyak. Bahkan beberapa ada yang mengkalim pengurangan lemak hingga 90 persen.

Sumber Foto: Pinterest

Dikutip dari laman, CNN Indonesia, Ilmuan makanan Zhou Weibiao mengungkapkan bahwa Air Fryer bekerja dengan menciptakan sirkulasi udara panas untuk memasak bagian permukaan dengan cepat dan mengeringkannya dengan cepat sehingga hasil makanan yang dimasak punya tekstur yang renyak.

Menambahkan sedikit minyak goreng bahkan bisa membawa makanan yang dimasak dalam Air Fryer mirip seperti makanan yang digoreng dalam minyak banyak. tetapi tanpa kalori makanan deep fried.

Namun, apakah benar Air Fryer sesehat itu?

Percobaan yang dilakukan oleh Talking Point, Sharda Harrison ini dalam menguji dengan cara menggoreng makanan di Air Fryer terhadap sayap ayam, ikan selar kuning, dan kentang goreng.

Kemudian satu set digoreng dengan Air Fryer, yang lain digoreng, dan yang kedua set diuji untuk lemak jauh, lemak trans, dan kolesterol.

Selanjutnya, hasil uji laboraturium menunjukkan bahwa sayap ayam goreng udara memiliki lemak jenuh 38 persen lebih sedikit daripada versi goreng, sedangkan selar kuning dan keripik goreng memiliki sekitar 53 persen lebih sedikit lemak jenuh.

Sayap ayam goreng udara juga memiliki lemak trans 55 persen lebih sedikit dan kolesterol 25 persen lebih sedikit daripada versi yang digoreng.

Dikutip dari laman, Channel News Asia, tidak ada perbedaan dalam kadar lemak trans antara selar kuning dan kentang goreng versi air-fried dan deep-fried.

Ahli gizi Carolyn Stephen dari Pusat Inovasi dan Sumber Daya Makanan Politeknik Singapura mengaitkan hal ini dengan fakta bahwa ikan dan kentang memiliki sedikit lemak trans.

Sedangkan kata Stephen, untuk kadar kolesterol, hanya ada perbedaan 1 persen antara kedua versi selar kuning. Ikan secara alami rendah kolesterol, sementara kentang tidak memiliki kolesterol karena merupakan makanan nabati.

Melewati uji akrilamida, keripik juga diuji, bahkan kimia yang berbentuk ketika jenis makanan bertepung tertentu, seperti kentang dan roti, dimasak pada suhu tinggi, termasuk proses penggorengan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa akrilamida dalam makanan berpotensi menyebabkan kanker. Dan pada bulan Februari, tes yang dilakukan oleh Dewan Konsumen Hong Kong yang menemukan akrilamida dalam keripik yang digoreng dalam berbagai model Air Fryer.

Tingkatnya berkisar antara 102 mikrogram (μg) per kilo dan 7.038 g/kg, dengan sampel dari enam dari 12 model penggorengan udara yang mengandung akrilamida yang melebihi patokan Uni Eropa sebesar 500 g/kg.

Dalam pengujian Talking Point, hasil pengujian menunjukkan lonjakan besar dalam akrilamida: Kentang goreng mengandung kurang dari 10 g/kg, tetapi yang digoreng udara mengandung 1.400 g/kg.

Stephen mengatakan dia mengerti jika ini “menimbulkan kekhawatiran”. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menggambarkan akrilamida sebagai masalah kesehatan, meskipun tak jelas batas idealnya.

“Banyak penelitian yang telah dilakukan di bidang akrilamida didasarkan pada hewan laboraturium,” katanya.

Untuk mengurangi penumpukan akrilamida, pemimpin kesehatan pribadi Philips Asean Pacific Nicholas Lee mengatakan konsumen juga harus memperhatikan tiga faktor, yaitu waktu memasak (tidak terlalu lama), suhu memasak, dan persiapan.

Konsumen juga dapat menghindari memasak terlalu lama dengan tetap berpegang pada “warna cokelat keemasan yang Anda cari dalam kentang goreng buatan sendiri yang cantik”, tambahnya. Kerak yang lebih gelap menunjukkan tingkat akrilamida yang lebih tinggi.

Baca juga, Ini Wadah Yang Aman dan Bahaya Untuk Penggunaan Microwave

[adrotate banner="3"]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here